DEMA UIN Antasari Logo
Dewan Eksekutif Mahasiswa

ProfilDEMAUINAntasari

Kabinet Laskar Purnama Antasari — Tumbuh Berdampak, Bersama Antasari

Scroll untuk menjelajahi
01 — Tentang Kami

Tentang Organisasi

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Antasari Banjarmasin merupakan lembaga eksekutif tertinggi di tingkat universitas yang berfungsi sebagai wadah representasi resmi mahasiswa — mengoordinasikan kegiatan kemahasiswaan, menyalurkan aspirasi, serta melakukan advokasi hak-hak mahasiswa.

Dengan kesadaran bahwa tidak ada sebaik-baiknya manusia selain yang bisa memberikan kebermanfaatan bagi manusia lainnya, DEMA UIN Antasari hadir sebagai ruang tumbuhnya gagasan yang berakar pada cinta, harapan, dan nilai kemanusiaan.

Melalui proses pembenahan yang berkesinambungan, penguatan solidaritas, serta dialog yang inklusif — kami berkomitmen menghadirkan kebermanfaatan nyata yang melampaui batas institusional.

2026

Tahun Berdiri

02 — Filosofi Kabinet

Laskar Purnama Antasari

Setiap kata dalam nama kabinet membawa makna mendalam yang melandasi seluruh gerak langkah kepengurusan.

IBarisan Pejuang

Laskar

Mencerminkan segenap pengurus DEMA sebagai laskar perjuangan mahasiswa yang tangguh, solid, memiliki dedikasi tinggi, dan ikhlas bekerja demi kemaslahatan bersama.

IICahaya Penerang

Purnama

Simbol petunjuk dan penerang di tengah kegelapan. DEMA berkomitmen hadir membawa solusi konkret, bersinar lewat prestasi, serta menyebarkan kehangatan pelayanan yang inklusif.

IIIKeteguhan Perjuangan

Antasari

Mengadopsi semangat juang Pangeran Antasari ('Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing'). Merepresentasikan identitas kampus serta kegigihan memperjuangkan aspirasi mahasiswa.

03 — Visi & Misi

Optimalisasi DEMA UIN Antasari Sebagai Platform Aktualisasi Mahasiswa yang Berdampak dalam Kemajuan Antasari dan Indonesia.

Misi Strategis

01

Kinerja Profesional, Adaptif & Proaktif

Menghadirkan kinerja organisasi yang profesional, adaptif terhadap perubahan, dan proaktif dalam merespons kebutuhan mahasiswa.

02

Sinergitas & Kolaborasi Harmonis

Membangun sinergitas dan kolaborasi dengan segala elemen demi terwujudnya hubungan yang harmonis antar lembaga kemahasiswaan.

03

Pelayanan Inklusif & Transparan

Mewujudkan eskalasi pelayanan yang inklusif dan transparan untuk kesejahteraan mahasiswa UIN Antasari secara menyeluruh.

04

Pengembangan Minat & Bakat Unggul

Memfasilitasi pengembangan minat dan bakat yang supportif dan apresiatif untuk mewujudkan Antasari yang unggul.

05

Gerakan Sosial & Kedaulatan Masyarakat

Menciptakan peran mahasiswa dalam menjaga nilai gerakan sosial untuk kedaulatan masyarakat dan kemajuan daerah.

04 — Nilai Dasar

Nilai Dasar Organisasi

Empat nilai yang menjadi pondasi gerak dan sikap seluruh pengurus DEMA UIN Antasari.

Inklusif

Organisasi adalah rumah bersama bagi seluruh mahasiswa tanpa membedakan latar belakang. Kami menolak segala bentuk diskriminasi dan memberi ruang aman bagi setiap suara.

Progresif

Menempatkan organisasi sebagai kekuatan perubahan yang responsif terhadap realitas zaman. Berani melakukan terobosan dan pembaruan berkelanjutan.

Harmonis

Menjaga keberlangsungan organisasi sebagai ruang kolektif. Perbedaan dirawat melalui dialog dan musyawarah — mengelola perbedaan secara dewasa.

Dinamis

Organisasi mampu bergerak, beradaptasi, dan berkembang. Terbuka terhadap inovasi, kolaborasi, dan pendekatan baru — terus hidup sebagai ruang belajar.

05 — Budaya Organisasi

Falsafah Gerak Bersama

“Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani”

— Falsafah Ki Hajar Dewantara

Prinsip 1

Ing Ngarso Sung Tulodo

Keteladanan Pemimpin

Kepemimpinan tidak dimaknai sebagai posisi tertinggi yang memerintah, melainkan sebagai teladan yang memberi arah melalui tindakan nyata.

Prinsip 2

Ing Madya Mangun Karso

Motivasi Kolektif

Setiap anggota hadir bukan sebagai pelengkap, tetapi sebagai subjek yang memiliki peran, gagasan, dan daya dorong.

Prinsip 3

Tut Wuri Handayani

Ruang Tumbuh Kader

Kaderisasi tidak dilakukan dengan cara menekan, melainkan dengan mendampingi, mempercayai, dan memberi ruang untuk bertumbuh.

Kepemimpinan tidak diwariskan, tetapi ditumbuhkan — tidak dipaksakan, tetapi dihidupkan melalui proses yang jujur dan berkelanjutan. Organisasi tidak berjalan dengan logika kekuasaan, melainkan dengan etika kebersamaan.